Ukur Kadar Testosteron Sendiri Yuk!

Testosteron, dikenal sebagai hormone pria, sangat berperan di dalam perkembangan sekunder pada pria sekaligus fungsi seksual pria. Walaupun dikenal sebagai hormon laki-laki, tapi hormon ini juga diperlukan perempuan. Jika kadar hormon ini menurun maka akan muncul keluhan dan bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Dari hasil penelitian, banyak sekali fungsi testosterone, di antaranya untuk merangsang otot, tulang, darah, energi, mempertahankan fungsi seksual seperti ereksi dan orgasme, juga membantu fungsi kognitif dan kenyamanan secara umum.

 

Untuk mendiagnosis penurunan testosteron ini, dilakukan 3 tahap, yakni:
  • Mengumpulkan gejala yang positif Melakukan pemeriksaan fisik
  • Menegakkan hasil pemeriksaan dengan laboratorium.
  • Juga bisa dilakukan Aging Males Symptom (AMS) scale untuk mendeteksinya.

 

UKUR TESTOSTERON SECARA AKURAT? BISA SAJA!
Kadar testosterone dalam darah bisa diukur dengan metode laboratorium tertentu. Pemeriksaan lab testosterone seringkali digunakan untuk mendiagnosa kondisi tertentu pada pria, wanita, dan anak laki-laki. Pubertas yang terlambat, penurunan gairah seksual, disfungsi ereksi, dan penyakit seperti hipotalamus atau gangguan pituitary menjadi indikasi untuk melakukan pemeriksaan testosterone.

 

Ada rentang kadar testosterone normal, berdasarkan usia dan tingkat kematuran. Namun kadar normal testosterone dalam darah berkisar antara 300-1000 nanograms /desiliter. Bagaimanapun, perlu dilakukan konfirmasi berupa tes ulang karena beberapa pria sebenarnya memiliki kadar normal ketika pemeriksaan diulangi lagi. Hal tersebut disebabkan fluktuasi dari hormone testosterone dalam darah. Sebenarnya merupakan hal yang normal untuk mengalami penurunan testosterone pada usia tua.
Selain itu, penurunan testosterone dapat disebabkan penyakit hipotalamus ataupun penyakit liver, kelainan genetic seperti sindrom Klinefelter dll, produksi testosterone yang abnormal, ataupun konsumsi alcohol dalam jangka panjang.

 

UKUR KADAR TESTOSTERON SENDIRI ? JUGA BISA!
Selain wawancara secara medis dengan dokter ahli, sebenarnya ada beberapa pertanyaan yang dapat Anda jawab sendiri untuk sekadar mengetahui kemungkinan adanya penurunan kadar testosteron dalam tubuh Anda. Berikut ini ada 2 metode pengukuran hormone testosterone. Silakan dilihat!
Metode A
Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami defisiensi testosteron atau tidak, bisa dengan cara menjawab pertanyaan berikut ini:
  1. Apakah libido dan dorongan seksual menurun akhir-akhir ini? Apakah merasa lemas dan kurang bertenaga?
  2. Apakah daya tahan dan kekuatan fisik menurun?
  3. Apakah tinggi badan berkurang?
  4. Apakah merasa kenikmatan hidup mulai menurun?
  5. Apakah sering merasa kesal atau mudah marah?
  6. Apakah kekuatan ereksi kurang kuat?
  7. Apakah merasakan penurunan kemampuan dalam berolahraga?
  8. Apakah sering mengantuk dan tertidur setelah makan malam?
  9. Apakah merasakan adanya perubahan atau penurunan prestasi kerja?

Jika jawaban no 1 dan 7 adalah ‘ya’ atau ada 3 jawaban yang ‘ya‘ selain pada no tersebut, kemungkinan kadar testosteronnya menurun. Tapi tentunya pemeriksaan secara kasar ini harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium.

Metode B
Silakan jawab pertanyaan di bawah ini. Pilihan jawaban ada setelah pertanyaan terakhir.
  1. Apakah Anda merasakan sakit punggung atau sakit pada otot dan persendian?
  2. Apakah Anda sering berkeringat berlebihan?
  3. Apakah Anda mengalami gangguan tidur?
  4. Apakah Anda sering mengalami kepanikan atau gelisah berlebihan?
  5. Apakah Anda mudah lelah, sering mengalami perubahan mood (suasana hati), dan sering merasa down (terpuruk)?
  6. Apakah Anda mengalami kerontokan rambut?
  7. Apakah Anda mengalami penurunan gairah seksual?
  8. Apakah Anda kesulitan untuk mempertahankan ereksi?
(Ket : pilihan jawabannya hanya 3 : a. Sering, b. Kadang-kadang, c. Tidak Pernah)

Jika jawaban Anda kebanyakan adalah a:
Dari gejala yang terlihat, ada kemungkinan Anda mengalami penurunan hormon testosteron. Tidak perlu panik karena penurunan hormon testosteron pada pria adalah kasus yang banyak terjadi, dapat juga dialami pria di bawah usia 40 tahun, apalagi pria dengan gaya hidup masa kini. Anda dianjurkan untuk menghubungi dokter ahli dan mengikuti tes untuk mengukur hormon testosteron dalam tubuh Anda, serta menjalani pengobatan yang sesuai. Lebih dari itu, segeralah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Stres berlebih dan gaya hidup tidak sehat menjadi salah satu pemicu dalam sindrom penurunan testosteron.
Jika jawaban Anda kebanyakan b:
Walaupun kondisi di atas tidak terlalu sering muncul, ada baiknya Anda memeriksakan diri pada dokter ahli dan menjalani tes untuk mengukur kadar testosteron dalam tubuh Anda. Bila terjadi penurunan pada hormon testosteron, segeralah menjalani terapi dan perbaiki pola hidup serta mengolah stres agar tidak sampai dalam tahap mengganggu.
Jika jawaban Anda kebanyakan c:

Tidak ada gejala yang menunjukkan penurunan hormon testosteron pada tubuh Anda, tetapi tak ada salahnya untuk memastikannya. Ada baiknya Anda melakukan tes untuk mengukur kadar testosteron dalam tubuh Anda, bersamaan dengan medical check-up (pemeriksaan kesehatan umum) tahunan. Langkah ini perlu untuk memantau sekaligus sebagai bagian dari usaha mempertahankan kesehatan.
Nah, sudah cukupkah kadar Testosterone pada tubuh anda?
Jika belum silahkan datang ke Klini kami . (/MTBYA)
dikutip dari : http://www.tanyadok.com/seksualita/ukur-kadar-testosteron-sendiri-yuk